Posted on 15 Oktober 2008 by Ahmad Elqorni
NIAN
Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu dunia dipenuhi dengan binatang-binatang buas dan berbahaya. Diantara mereka terdapat sebuah monster yang sangat besar, Nian.
Nian mempunyai kebiasaan memulai makan manusia tepat pada malam tahun baru.
Nian mempunyai mulut yang sangat besar yang dapat menelan banyak orang sekaligus dalam sekali lahap, sehingga tidak heran jika penduduk menjadi amat takut kepadanya.
Pada [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Tonghoa | Ditandai: budaya tionghoa | Leave a Comment »
Posted on 15 Oktober 2008 by Ahmad Elqorni
Memandang Bulan hingga tengah malam
Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu ada sebuah keluarga, keluarga Yang, yang menikahkan anak lelakinya, yang masih anak kecil, dengan Yao, anak perempuan ke enam dari keluarga Yao.
Keluarga Yang memperlakukan Yao seperti budak sejak hari pernikahan. Dari mulai mencuci, menenun, memasak dan banyak lagi. Apabila pekerjaan yang diberikan tidak dapat diselesaikan, [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Tonghoa | Ditandai: budaya tionghoa | Leave a Comment »
Posted on 15 Oktober 2008 by Ahmad Elqorni
Sebuah karakter Tionghoa yang banyak dikenal, Kebahagiaan Ganda, yang tertera pada kertas merah atau potongan kertas selalu ada pada saat pernikahan.
Terdapat asal usul dibalik itu.
Pada masa Dinasti Tang, terdapat seorang pelajar yang ingin pergi ke Ibukota untuk mengikuti ujian negara, dimana yang menjadi juara satu dapat menempati posisi menteri.
Sayangnya, pemuda itu tersebut jatuh sakit di [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Tonghoa | Ditandai: suku tionghoa | Leave a Comment »
Posted on 15 Oktober 2008 by Ahmad Elqorni
Pada jaman dahulu sudah banyak orang-orang yang datang ke klenteng mencari Guru-Guru agama untuk meminta bantuan atau pertolongan. Ada yang menanyakan nasib dan jodoh mereka, dan ada juga untuk penyembuhan penyakit-penyakit serta meminta obat-obatan.
Tetapi pada bulan bulan-bulan tertentu, para Guru itu tidak ada di klenteng karena mencari obat-obatan di hutan atau di pegunungan, seperti ginseng, [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Tonghoa | Ditandai: suku tionghoa | Leave a Comment »
Posted on 15 Oktober 2008 by Ahmad Elqorni
Cadar merah pada pengantin wanita
Pada pesta pernikahan tradisional Tionghoa, pengantin wanita terlihat memakai cadar berwarna merah untuk menutupi muka. Cadar itu biasanya terbuat dari sutra.
Cadar Merah pada Pengantin Wanita Tradisi ini berasal dari masa Dinasti Utara dan Selatan. Dimana pada masa itu para petani wanita mengenakan kain pelindung kepala untuk perlindungan dari terpaan angin atau [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Tonghoa | Ditandai: suku tionghoa | Leave a Comment »
Posted on 15 Oktober 2008 by Ahmad Elqorni
Bagi sebagian orang yang sudah sering menghadiri acara pernikahan etnis Tionghoa mungkin sudah biasa dan hafal apa saja upacara yang dilakukan. Tapi bagi saya itu sesuatu yang baru, Setelah beberapa kali menghadiri prosesi pernikahan teman saya yang beretnis Tionghoa, saya baru ‘dong’ ternyata rentetan acaranya sama dan makanan yang disajikan pun hampir sama. Dan yang [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Tonghoa | Ditandai: suku tionghoa | Leave a Comment »
Posted on 15 Oktober 2008 by Ahmad Elqorni
Adat yang Selaras Ajaran Islam
Kentongan ditabuh 11 kali. Gemanya menyebar ke seantero Kampung Naga, permukiman suku Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ateng Djaelani, 58 tahun, seorang lebai atau pemuka agama Kampung Naga, segera beranjak dari duduknya. Ia mengambil totopong, ikat kepala khas suku Naga, dan kain sarung.
Hari itu, Jumat, sekitar pukul [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Sunda | Ditandai: kampung naga | Leave a Comment »
Posted on 15 Oktober 2008 by Ahmad Elqorni
Konon di atas langit (banua ginjang, nagori atas) adalah seekor ayam bernama Manuk Manuk Hulambujati (MMH) berbadan sebesar kupu-kupu besar, namun telurnya sebesar periuk tanah. MMH tidak mengerti bagaimana dia mengerami 3 butir telurnya yang demikian besar, sehingga ia bertanya kepada Mulajadi Na Bolon (Maha Pencipta) bagaimana caranya agar ketiga telur tsb menetas.
Mulajadi Na Bolon [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Sumatra, Suku Batak | Ditandai: suku batak | Leave a Comment »
Posted on 15 Oktober 2008 by Ahmad Elqorni
Permulaan Generasi Pertama Manusia
Tersebutlah dalam kitab-kitab suci bangsa Timur Tengah bahwa Adam, yang dianggap sebagai manusia pertama dan Nabi pertama, mulai mengembangkan generasinya bersama Siti Hawa, Nenek Moyang Manusia yang ditemukan kembali setelah didamparkan di daerah India dari Surga.
Generasi berikutnya mulai melahirkan beberapa kelompok Bangsa. Bangsa Semetik kemudian menurunkan Bangsa Arab dan Israel yang selalu [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Sumatra, Suku Batak | Ditandai: suku batak | Leave a Comment »
Posted on 15 Oktober 2008 by Ahmad Elqorni
Asal usul bangsa Lampung adalah dari Sekala Brak yaitu sebuah Kerajaan yang letaknya di dataran Belalau, sebelah selatan Danau Ranau yang secara administratif kini berada di Kabupaten Lampung Barat. Dari dataran Sekala Brak inilah bangsa Lampung menyebar ke setiap penjuru dengan mengikuti aliran Way atau sungai-sungai yaitu Way Komring, Way Kanan, Way Semangka, Way Seputih, [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Sumatra, Suku Menggala (Lampung) | Ditandai: suku lampung | 1 Komentar »