Posted on 26 Maret 2009 by Ahmad Elqorni
Menyusuri tiap sudut Stasiun Kota Jakarta, seakan terbawa pada masa silam. Betapa tidak, nyaris semua bangunan di tempat ini masih dipertahankan dengan gaya Eropa Art Deco Style, ciri khas bangunan di Eropa yang tengah menjadi tren pada awal abad 20.
Stasiun Kota atau yang dikenal juga dengan nama Beos, sebutan orang pada era tahun 1980-an, atau [...]
DIarsipkan di bawah: Arsitektur kuno, Jakarta tempo doeloe | Ditandai: Statsiun beos | Leave a Comment »
Posted on 26 Maret 2009 by Ahmad Elqorni
Melintasi kawasan Kebayoran Baru, akan diperkenalkan dengan wajah pemukimam mewah di selatan Jakarta. Sejumlah pejabat dan pengusaha nasional pun banyak memilih tinggal di kawasan ini.
Tepatlah rasanya, jika Kebayoran Baru disebut sebagai kawasan elit di Jakarta. Namun di balik stigma elit, kawasan ini mempunyai arti dan sejarah tersendiri.
Menurut sejarawan Jakarta, Alwi Shahab, dulu kawasan ini adalah [...]
DIarsipkan di bawah: Arsitektur kuno, Jakarta tempo doeloe | Ditandai: kebayoran | Leave a Comment »
Posted on 26 Maret 2009 by Ahmad Elqorni
Pasar Baru. Salah satu tempat warga Jakarta betransaksi ini masih berdiri sejak jaman penjajahan hingga kini.
Bermacam cerita muncul dari pasar yang kini menjadi pusat perdagangan sepatu dan pakaian.
Pasar ini dibangun pada masa penjajahan Belanda. Ketika itu Batavia -sebutan nama Jakarta di masa Hindia Belanda- dikepalai Gubernur Jenderal Daendels, sudah memiliki Pasar Tanah Abang dan Pasar [...]
DIarsipkan di bawah: Arsitektur kuno, Jakarta tempo doeloe | Ditandai: pasar baru | Leave a Comment »
Posted on 26 Maret 2009 by Ahmad Elqorni
Gedung Putih itu kini menjelma sebagai kantor Menteri Keuangan.
Bangunan kuno itu terlihat begitu kokoh. Pilar-pilar beton membuat bangunan itu semakin megah. Menempati lahan di sisi timur Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, bangunan itu menyeruak di antaranya gedung pencakar langit.
Dua gerbang raksasa menyambut di muka gedung. Di sela pagar, sebuah papan cetakan bertuliskan ‘Departemen Keuangan’ menempel. Adalah [...]
DIarsipkan di bawah: Arsitektur kuno, Jakarta tempo doeloe | Ditandai: gedung deandless | Leave a Comment »
Posted on 26 Maret 2009 by Ahmad Elqorni
Cerita Kwitang tak hanya pada Tugu Tani setinggi kurang lebih sepuluh meter. Menyusuri kawasan Kwitang akan selalu dikenalkan dengan sebuah Tugu Tani yang menjadi petunjuknya. Tapi, cerita Kwitang tidak hanya pada tugu setinggi kurang lebih sepuluh meter.
Kwitang menurut ceritanya juga terkenal dengan seorang jagoan Betawi. Jagoan Betawi asal Kwitang ini menambah legenda para pesohor silat [...]
DIarsipkan di bawah: Arsitektur kuno, Jakarta tempo doeloe | Ditandai: kwitang | Leave a Comment »
Posted on 26 Maret 2009 by Ahmad Elqorni
Di nisan batu itu terukir nama “Nyai Tubagus Ratih Nursiyah.” Terletak di Jalan Kebagusan II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, makam ini terjepit sejumlah rumah mewah. Kediaman Megawati Soekarno Putri, Presiden RI ke-5, hanya sepelemparan batu dari sini.
Berkarpet rerumputan hijau yang tercukur rapi, area makam seluas 3×7 meter ini dibatasi dinding bercat putih setinggi hampir satu [...]
DIarsipkan di bawah: Arsitektur kuno, Jakarta tempo doeloe | Ditandai: kebagusan | Leave a Comment »
Posted on 26 Maret 2009 by Ahmad Elqorni
Menyusuri gang-gang di perkampungan Glodok, Jakarta Barat, aroma hio begitu menyengat. Dari balik tembok-tembok rumah, samar-samar terdengar alunan lagu Mandarin. Warung-warung dengan menu Chinnese food pun bertebaran.
Melangkah semakin dalam bak memasuki sebuah desa di negeri Tirai Bambu. Sejumlah shinse membuka praktek pengobatan alternatif. Kios-kios penjual pernak-pernik khas China menjamur di sekeliling klenteng.
Begitu kental karakter Tionghoa [...]
DIarsipkan di bawah: Arsitektur kuno, Jakarta tempo doeloe | Ditandai: glodok | Leave a Comment »
Posted on 26 Maret 2009 by Ahmad Elqorni
Ada cerita turun-temurun tentang daerah langganan banjir, Bidaracina.Pertengahan November 2008, kelurahan Bidaracina, Jakarta Timur, bak kampung terapung. Air keruh kecoklatan Kali Ciliwung meluap ke rumah-rumah warga. Di Gang Solihun, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Rumah Muhammad Ali Syafei, 83 tahun, pun terendam. “Saya suka sedih kalau melihat kondisi Kali Ciliwung sekarang,” ujarnya saat berbincang [...]
DIarsipkan di bawah: Arsitektur kuno, Jakarta tempo doeloe | Ditandai: bidaracina | Leave a Comment »
Posted on 26 Maret 2009 by Ahmad Elqorni
Namanya dipetik dari sebuah kamp yang berisi tentara berpangkat mayor
Bandara Kemayoran sempat menjadi bandara internasional di Jakarta. Namanya tenggelam sejak peresmian Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.
Makin menghilang lagi karena ditutup tahun 1985. Padahal Bandara Kemayoran menyimpan sejarah unik bagi perkembangan dunia dirgantara Indonesia.
Kawasan ini menjadi saksi bisu beroperasinya pesawat terbang baik sipil maupun militer mulai dari [...]
DIarsipkan di bawah: Arsitektur kuno, Jakarta tempo doeloe | Ditandai: kemayoran | Leave a Comment »
Posted on 26 Maret 2009 by Ahmad Elqorni
Pasar Rumput merupakan sebutan nama pasar yang sekarang lokasinya berada di Jalan Sultan Agung Jakarta Selatan. Pasar ini sekarang telah menyatu dengan Pasar Manggarai.
Tapi jangan harap Anda bisa mencari rumput di pasar ini. Sebab, pasar ini memang tak lagi menjual rumput yang menjadi makanan kuda ketika masanya dulu.
Kini pasar ini menjual beraneka ragam barang mulai [...]
DIarsipkan di bawah: Arsitektur kuno, Jakarta tempo doeloe | Ditandai: pasar rumput | 1 Komentar »