70% Permainan Tradisional Sunda Hilang

Posted: 1 Oktober 2011 in BUDAYA JAWA-SUNDA, BUDAYA NUSANTARA, SUKU SUNDA

BANDUNG – Pusat Kajian Mainan Rakyat mencatat, setidaknya ada 168 alat dan jenis permainan di Jabar. Jumlahnya terus menyusut dan saat ini hanya 30% saja yang tersisa. 

Sebagian besar mainan yang sarat filosofi tersebut mulai menghilang seiring dengan masuknya mainan modern.

Pendiri Komunitas Hong yang menjadi Pusat Kajian Mainan Rakyat Jabar M. Zaini Alif mengatakan, sebanyak 168 alat dan jenis permainan itu merupakan mainan yang berasal dari kawasan Jabar Tengah dan Selatan seperti Tasik, Sukabumi dan Indramayu. Menurutnya, masih banyak jenis permainan lagi di daerah Jabar lainya.

Ia menjelaskan, ada perbedaan karakteristik di kalangan masyarakat Jabar. Masyarakat dengan budaya Sunda cenderung bekerja di ladang sedangkan masyarakat Sunda-Jawa di sawah. Berbeda dengan suasana kerja di ladang, pekerjaan di sawah membutuhkan kerjasama antar warga.

Karena sering mengahabiskan waktu bersama, yang berkembang di masyarakat Jawa itu*** jenis permainan.

Beberapa di antaranya yakni Hong-hongan dan Adu Lesung.** Sementara masyarakat Sunda yang cenderung bekerja seorang diri banyak mengembangkan alat permainan seperti beubeuleutokan, congklak, ceuleumpung, dan gangsing.

”Tapi sayangnya, jumlah alat dan jenis permainan terus menurun hingga bersisa 30% saja. Sekitar 70% telah hilang. Padahal mainan tradisional itu kaya makna dan penuh filosofi yang gampang terserap ke kalangan anak-anak. Tidak jauh berbeda dari mainan Motenssori yang harganya ratusan ribu itu,” cerita Zaini, Sabtu (8/12/2007)

Zaini menambahkan, ada tiga upaya untuk mempertahankan keberadaan mainan tradisional. Ia dan 150 rekannya yang tergabung dalam Komunitas Hong masih dapat melakukan tahapan pengumpulan melalui penelitian dan pengajaran kepada anak-anak.

”Masih ada satu tahapan lagi yakni pengembangan dan ini membutuhkan kerjasama pelaku pendidikan. Semestinya, ada ada satu tempat untuk pembelajaran mainan tradisional di dalam kurikulum,” tambahnya.

Jenis-jenis Permainan di Masyarakat Sunda Lama
Berikut adalah beberapa jenis permainan yang berkembang di tatar Sunda:

  1. *Bebeletokan
  2. *Suling
  3. *Ketepel
  4. *Anjang-anjangan
  5. *Encrak
  6. *Panggal-gasing
  7. *Sasapian
  8. *Angsretan
  9. *Bedil Sorolok
  10. *Tok-tokan
  11. *Celempung
  12. *Karinding
  13. *Jajangkungan
  14. *Kukudaan
  15. *Sesengekan
  16. *Kelom batok
  17. *Kokoprak
  18. *Empet-empetan
  19. *Bangbara ngapung
  20. *Ker-keran
  21. *Sumpit
  22. *Bedil jepret
  23. *Rorodaan
  24. *Gogolekan
  25. *Keprak
  26. *Ewod
  27. *Kekerisan
  28. *Simeut cudang
  29. *Sisimeutan
  30. *Posong
  31. *Pamikatan
  32. *Nok-nok
  33. *Dog-dog
  34. *Hatong
  35. *Toleot
  36. *Hahayaman jukut
  37. *Dodombaan
  38. *Kakalungan
  39. *Golek kembang
  40. *Kolecer
  41. *Sanari

SUMBER :http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2007/12/09/1/66884

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s