Arsip untuk November, 2011

Setelah lebih dari dua bulan kerja keras, renovasi peti mati gantung dari orang-orang di Gongxian Bo County barat daya Provinsi Sichuan Cina kini telah selesai. Ini telah menjadi proyek terbesar yang pernah untuk menstabilkan dan melestarikan peti mati gantung di Cina. 43 peti mati ini telah direstorasi dan 16 peti mati yang tidak diketahui sebelumnya [...]

Suku Ternate dengan populasi 50.000 jiwa bertempat tinggal di Pulau Ternate. Pulau ini termasuk di dalam wilayah propinsi Maluku Utara dengan ibukotanya Kota Ternate. Selain berdiam di pulau asalnya, orang Ternate juga berdiam di daerah lain, misalnya di pulau Bacan dan pulau Obi yang termasuk wilayah kabupaten Halmahera Tengah, serta wilayah lain di dalam dan [...]

 SUKU MENTAWAI DI SUMATERA BARAT , SUKU KUNO YANG AKAN HILANG DI INDONESIA Suku Mentawai merupakan kelompok masyarakat yang hidup dan menetap di kepulauan Mentawai, propinsi Sumatera Barat.  Turun temurun, suku Mentawai tinggal di empat pulau besar di kepulauan Mentawai yakni Sibora, Siberut, Pagai Utara serta Pagai Selatan. Secara geografis, letak kepulauan Mentawai berhadapan dengan [...]

Suku Naulu yang hidup di Petuanan Negeri sepa, merupakan salah satu suku terasing di Pulau Seram, tepatnya di Dusun Bonara, yang berjarak 35 km2 dari Pusat kota Kecamatan. Tradisi suku ini sama dengan suku wuahulu di Kecamatan Seram Utara. Tradisi Penamou dan pataheri juga menjadi tradisi suku Naulu. Tradisi Pataheri, yaitu upacara adat bagi pria [...]

Pada tradisi Tionghoa kuno, menghitung hari baik bukan hanya sebatas pada calon mempelai, juga keluarga kedua pihak. Keberadaan etnis Tionghoa dalam parade kebinekaan suku Nusantara makin memperkaya budaya negeri. Lazimnya budaya Timur, tradisi Tionghoa juga penuh makna simbolis,tidak terkecuali dalam tradisi pernikahan mereka. Tidak berbeda dengan urutan rangkaian pernikahan pada umumnya, tradisi perkawinan Tionghoa diawali [...]

Lamaran (Ba Ranub) Untuk mencarikan jodoh bagi anak lelaki yang sudah dianggap dewasa maka pihak keluarga akan mengirim seorang yang bijak dalam berbicara (disebut theulangke) untuk mengurusi perjodohan ini. Jika theulangke telah mendapatkan gadis yang dimaksud maka terlabih dahulu dia akan meninjau status sang gadis. Jika belum ada yang punya, maka dia akan menyampaikan maksud [...]

Teh banyak digunakan pada perayaan-perayaan masyarakat Tionghoa, termasuk acara pernikahan, karena merupakan minuman rakyat dan menyajikan teh merupakan sebuah bentuk tanda hormat. Biji bunga teratai yang biasanya digunakan dalam teh pada acara pernikahan memiliki maksud. Kata “teratai” dengan “tahun” memiliki bunyi yang hampir sama, meskipun artinya berbeda, sehingga orang Tionghoa percaya bahwa menaruh benda-benda itu [...]

Fungsi yang demikian sarat, telah menjadikan Jakarta sebagai melting-pot. Tempat bertemu aneka suku bangsa, agama  dan budaya. Ini nampak sangat nyata pada pertumbuhan dan perkembangan profil masyarakat Betawi. Dan setidaknya,  sebuah karikatur yang menggambarkan sopir dan penumpang bajaj, menyajikan kenyataan itu. “Pan udah gua bilang, kalo mau ilangin stres, kudu sering naar boven,” kata si [...]

Umat Hindu mempunyai tujuan hidup yang disebut Catur Purusa Artha yaitu Dharma, Artha, Kama dan Moksa. Hal ini tidak bisa diwujudkan sekaligus tetapi secara bertahap. Perkawinan Adat Bali Tahapan untuk mewujudkan empat tujuan hidup itu disebut dengan Catur Asrama. Pada tahap Brahmacari asrama tujuan hidup diprioritaskan untuk mendapatkan Dharma. Grhasta Asrama memprioritaskan mewujudkan artha dan [...]

Hari kemarin aku mengikuti pernikahan keponakanku dari isteri yang asli Minang dengan latar khas rumah gadang yang didominasi warna kuning keemasan dan penataan khas taman dengan gafura berbunga melati dan pajangan potret romantis pengantin yang diambil dari pre wedding dengan diawali ijab kabul dan kemudian ada sungkeman terhadap kedua orang tua dan ninik mamak disertai [...]