Posted on 5 Desember 2009 by Ahmad Elqorni
Tanggal 24 November 2009 kemarin, saya dan teman-teman saya, Cytra dan Nanda, pergi jalan ke Perkampungan Budaya Betawi Situ Babakan, yang terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ini adalah pertama kalinya saya ke Setu Babakan. Sebenernya yang saya tau tentang Setu Babakan adalah tempat dimana tempat tinggal warganya masih menggunakan ciri khas [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Betawi | Leave a Comment »
Posted on 3 Desember 2008 by Ahmad Elqorni
Diambil dari buku “Cerita Rakyat Daerah DKI Jakarta” terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1982.
Pada masa dahulu ketika Kompeni Belanda masih berkuasa di Indonesia, di daerah kemayoran tinggallah seorang pemuda bernama Murtado. Ayahnya adalah bekas seorang lurah di daerah tersebut. Karena sudah tua, kedudukannya digantikan oleh orang lain. Murtado mempunyai sifat-sifat yang baik, tidak sombong, [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Betawi, Cerita dan Mitos budaya | Ditandai: cerita betawi | 1 Komentar »
Posted on 3 Desember 2008 by Ahmad Elqorni
Sebutan Gambang Kromong di ambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Bilahan gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh ’pencon’). Orkes Gambang Kromong merupakan perpaduan yang [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Betawi | Ditandai: gambang kromong | 1 Komentar »
Posted on 3 Desember 2008 by Ahmad Elqorni
Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing. Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Cina, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Betawi | Ditandai: Budaya Betawi, sejarah betawi | Leave a Comment »