Posted on 5 Desember 2009 by Ahmad Elqorni
SEJARAH
Menurut catatan sejarah, gandrung pertama kalinya ditarikan oleh para lelaki yang didandani seperti perempuan dan, menurut laporan Scholte (1927), instrumen utama yang mengiringi tarian gandrung lanang ini adalah kendang. Pada saat itu, biola telah digunakan. Namun demikian, gandrung laki-laki ini lambat laun lenyap dari Banyuwangi sekitar tahun 1890an, yang diduga karena ajaran Islam melarang segala [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Jawa-Madura, Suku Jawa | Leave a Comment »
Posted on 1 September 2009 by Ahmad Elqorni
Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Satu sama lain tak bisa dipisahkan. Hal ini muncul di kalangan orang-orang Madura sejak zaman penjajahan Belanda abad 18 M. Carok merupakan simbol kesatria dalam memperjuangkan harga diri (kehormatan).
PADA zaman Cakraningrat, Joko Tole dan Panembahan Semolo di Madura, tidak mengenal budaya tersebut. Budaya yang ada waktu itu [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Jawa-Madura, Suku Madura | Leave a Comment »
Posted on 23 Agustus 2009 by Ahmad Elqorni
Suku Madura di Indonesia jumlahnya kira-kira ada 10 juta jiwa. Mereka berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya, seperti Gili Raja, Pulau Sapudi, Pulau Raas dan Kangean.
Selain itu, orang Madura tinggal di sebelah timur Jawa Timur, dari Pasuruan sampai utara Banyuwangi. Orang Madura di Situbondo dan Bondowoso, serta timur Probolinggo jumlahnya paling banyak, dan [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Jawa-Madura, Suku Madura | Leave a Comment »
Posted on 12 April 2009 by Ahmad Elqorni
Catatan: berikut ini kami sajikan hal-hal yang berkaitan dengan Jawa pada umumnya di masa lalu (bukan hanya Yogya dan Solo)
Pada saat ini hampir tidak mungkin lagi didapatkan pekerja pemetik padi yang menggunakan alat yang berupa ani-ani. Ani-ani adalah alat semacam pisau yang bilang tajamnya dipasang pada sebidang papan kecil. Papan kecil ini kemudian diberi tangkai [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Jawa-Madura, Suku Jawa | Ditandai: gadis jawa | Leave a Comment »
Posted on 10 November 2008 by Ahmad Elqorni
Edhi Setiawan, budayawan asal Sumenep, dalam makalahnya berjudul ‘Menegakkan Kembali Citra Budaya Madura’ menyebutkan, kurangnya publikasi yang serius sejak masa lalu mengenai kebudayaan Madura, menyebabkan banyak orang beranggapan kebudayaan Madura merupakan kepanjangan budaya Jawa. Padahal, Madura mempunyai ciri-ciri kebudayaan sendiri.
Kebudayaan Madura yang bersumber dari kraton, sedikit banyak terpengaruh oleh kebudayaan kraton Jawa. Baik dalam bidang [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Jawa-Madura | Ditandai: budaya madura | Leave a Comment »
Posted on 10 November 2008 by Ahmad Elqorni
Oleh: Dr. A. Latief Wiyata (CERIC Univ. Jember – Antropolog Budaya Madura)
Semua orang Madura pasti tahu tentang adanya ungkapan buppa’ babu’ guru rato. Tapi apakah semua orang Madura paham akan makna yang terkandung di dalamnya? Saya yakin, jawabannya tidak. Menurut pengamatan saya selama ini, paling-paling yang mereka pahami tentang makna ungkapan itu adalah kepatuhan [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Jawa-Madura | Ditandai: budaya madura | Leave a Comment »
Posted on 10 November 2008 by Ahmad Elqorni
Asak tukon
Penyerahan sejumlah benda sebagai tanda bantuan dari pihak keluarga pria untuk persiapan acara perkawinan.
Harta berupa uang, bahan pangan, perkakas rumah tangga, ternak (sapi, kuda, kerbau).
Tanda penyerahan harta kekayaan dari pihak pria kepada pihak wanita, berupa uang, bahan pangan, perkakas rumah tangga, ternak (sapi, kuda, kerbau) yang diserahkan seminggu sebelum upacara pertemuan [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Jawa-Madura | Ditandai: adat perkawinan | Leave a Comment »
Posted on 10 November 2008 by Ahmad Elqorni
Salah satu tradisi kelahiran dalam budaya Jawa adalah Selapanan. Upacara Selapanan bertujuan memohon keselamatan bagi si bayi. Perlengkapan upacara yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
- Golongan bangsawan: Nasi tumpeng gudangan, nasi tumpeng kecil yang ujungnya ditancapi tusukan bawang merah dan cabe merah, bubur lima macam, jajan pasar, nasi golong, nasi gurih, sekul [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Jawa-Madura, Suku Jawa | Ditandai: adat jawa, upacara kelahiran | Leave a Comment »
Posted on 10 November 2008 by Ahmad Elqorni
Kematian Mendhak
Tradisi Mendhak adalah salah satu ritual dalam adat istiadat kematian budaya Jawa. Upacara tradisional Mendhak dilaksanakan secara individu atau berkelompok untuk memperingati kematian seseorang. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk upacara tradisional Mendhak adalah sebagai berikut: tumpeng, sega uduk, side dishes, kolak, ketan, dan apem. Kadang-kadang, sebelum atau sesudah upacara [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Jawa-Madura | Ditandai: adat kematian | Leave a Comment »
Posted on 10 November 2008 by Ahmad Elqorni
Siraman Pengantin
Siraman Pengantin adalah salah satu bagian dari rangkaian upacara perkawinan adat Jawa. Upacara siraman pengantin atau memandikan calon pengantin, dilaksanakan sehari sebelum akad nikah (upacara panggih). Perlengkapan dalam upacara siraman ini, diantaranya, air bersih dari beberapa sumber mata air (tujuh sumber mata air), kembang setaman (bunga kenanga, kantil, melati dan [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya Jawa-Madura | Ditandai: adat perkawinan | Leave a Comment »