Pancakaki merupakan suatu sitem yang menggambarkan silsilah keluarga. Dalam pemahaman orang Sunda, pancakaki mengandung dua makna. Pertama, hubungan seseorang dengan orang lain yang sekeluarga atau yang masih bersaudara. Makna kedua merupakan makna tambahan dengan menelusuri hubungan kekerabatan. Ka handap: anak: turunan kahiji(turunan pertama) incu: turunan kadua, anak ti anak (cucu, turunan kedua, anak dari anak) [...]
Arsip untuk ‘BUDAYA JAWA-SUNDA’ Kategori
Upacara Perkawinan di Daerah Betawi
Posted: 6 Desember 2011 in BUDAYA JAWA-SUNDA, BUDAYA NUSANTARA, SUKU BETAWIAdat istiadat perkawinan suatu daerah, selain memuat aturan- aturan dengan siapa seseorang boleh melakukan perkawinan, berisi tata cara dan tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh pasang,an pengantin dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya se¬hingga peikawinan ini mendapat pengabsahan di masyarakat, tata cara, rangkaian adat istiadat perkawinan itu terangkai dalam suatu rentetan kegiatan upacara perkawinan. Upacara itu [...]
Betawi dan Akar Sosial Budaya
Posted: 22 November 2011 in BUDAYA JAWA-SUNDA, BUDAYA NUSANTARA, SUKU BETAWIFungsi yang demikian sarat, telah menjadikan Jakarta sebagai melting-pot. Tempat bertemu aneka suku bangsa, agama dan budaya. Ini nampak sangat nyata pada pertumbuhan dan perkembangan profil masyarakat Betawi. Dan setidaknya, sebuah karikatur yang menggambarkan sopir dan penumpang bajaj, menyajikan kenyataan itu. “Pan udah gua bilang, kalo mau ilangin stres, kudu sering naar boven,” kata si [...]
Oleh : Sutamat Arybowo* Pada suatu hari di rumah elite desa sedang berduka karena putra tertuanya mengalami kecelakaan lalu lintas hingga meninggal dunia. Warga desa kumpul melayat dan mempersiapkan upacara pemakaman jenazah. Beberapa warga desa hilir-mudik dan sebagian duduk berjejer di tempat yang sudah disediakan di halaman rumah. Dalam keadaan mulai sunyi, di tengah kerumunan [...]
PROFIL SUKU TENGGER KEADAAN GEOGRAFIS Luas daerah Tengger kurang lebih 40km dan utara ke selatan; 20-30 km dan timur ke barat, di atas ketinggian antara 1000m – 3675 m. Daerah Tengger teletak pada bagian dari empat kabupaten, yaitu : Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang. Tipe permukaan tanahnya bergunung-gunung dengan tebing-tebing yang curam. Kaldera Tengger adalah [...]
70% Permainan Tradisional Sunda Hilang
Posted: 1 Oktober 2011 in BUDAYA JAWA-SUNDA, BUDAYA NUSANTARA, SUKU SUNDABANDUNG – Pusat Kajian Mainan Rakyat mencatat, setidaknya ada 168 alat dan jenis permainan di Jabar. Jumlahnya terus menyusut dan saat ini hanya 30% saja yang tersisa. Sebagian besar mainan yang sarat filosofi tersebut mulai menghilang seiring dengan masuknya mainan modern. Pendiri Komunitas Hong yang menjadi Pusat Kajian Mainan Rakyat Jabar M. Zaini Alif mengatakan, sebanyak [...]
Kampung Naga; Kampung Adat di Jawa Barat
Posted: 27 Mei 2011 in BUDAYA JAWA-SUNDA, BUDAYA NUSANTARA, SUKU SUNDAKampung Naga adalah salah satu kampung adat dari sekian kampung-kampung adat yang ada di Jawa barat dan masih tetap melestarikan kebudayaan dan adat leluhurnya. Kampung Naga sendiri terletak di Desa Neglasari Kecamatan Salawu kabupaten Tasikmalaya yang tepatnya berada di antar jalan raya yang menghubungkan antara daerah Garut dengan Tasikmalaya dan berada tepat di sebuah lembah [...]
Gambang Kromong adalah musik Indonesia dari etnis china yang lahir di pinggiran kota Jakarta. Ini juga merupakan salah satu gaya paling jelas dan dari dinding musik di Indonesia. Istilahnya berasal dari instrumen, gambang (xylophone) dan kromong (gong) yang dimainkan dengan berbagai suling, dan rebab (biola). Ini memiliki irama yang ceria tapi mungkin fitur yang paling [...]
1. Asal-usul Asal mula wayang golek tidak diketahui secara jelas karena tidak ada keterangan lengkap, baik tertulis maupun lisan. Kehadiran wayang golek tidak dapat dipisahkan dari wayang kulit karena wayang golek merupakan perkembangan dari wayang kulit. Namun demikian, Salmun (1986) menyebutkan bahwa pada tahun 1583 Masehi Sunan Kudus membuat wayang dari kayu yang kemudian disebut [...]
Sejarah Jakarta dan Peradaban Melayu Betawi
Posted: 25 Maret 2011 in BUDAYA JAWA-SUNDA, BUDAYA NUSANTARA, SUKU BETAWI“Mak, udik kita dimana sih?” “Wan, kita orang sini, gak punya udik.” Itulah cuplikan dialog yang masih lekat dalam ingatan seorang Ridwan Saidi, mengungkap proses pencarian identitas dirinya saat berusia enam tahun. Dari proses itu dia yang oleh teman-teman dari ras la…in disebut sebagai orang Betawi kemudian melakukan pengamatan, penghayatan dan sekaligus menelusur untuk belajar [...]

![Livorno I (The Tuscany Series) [Explore] Livorno I (The Tuscany Series) [Explore]](http://static.flickr.com/7245/7327014798_46a6694fa2_t.jpg)

