Arsip untuk ‘Tempo doeloe’ Kategori

Sumatera – Pulau Emas Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas. Pada masa Dinasti ke-18 Fir’aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan [...]

Bandoeng O, wonderstad, dat zegt toch iedereen, een stad vol pracht en praal, altijd even schoon en rein, kortom, een plaats bij uitnemendheid, Bandoeng, heer lijke staad. (Rara Sulastri-1933) SEBUAH lagu sanjungan dalam bahasa Belanda, yang terdapat dalam buku Wadjah Bandoeng Tempo Doeloe karya Haryato Kunto, menggambarkan betapa jaya dan indahnya Kota Bandung (baca: Bandung [...]

Gan Djie adalah seorang Kapitein der Chineezen yang mempunyai riwayat baik dan luar biasa. Ia adalah kapitein der Chineezen ketiga di Batavia, menggantikan Phoa Beng Gam. Istrinya adalah seorang perempuan Bali. Perempuan inilah yang kemudian menggantikan kedudukannya sebagai Kapitein der Chineezen selama 12 tahun setelah ia wafat. ——————– Gan Djie adalah seorang Tionghoa totok yang [...]

Menyusuri tiap sudut Stasiun Kota Jakarta, seakan terbawa pada masa silam. Betapa tidak, nyaris semua bangunan di tempat ini masih dipertahankan dengan gaya  Eropa Art Deco Style, ciri khas bangunan di Eropa yang tengah menjadi tren pada awal abad 20. Stasiun Kota atau yang dikenal juga dengan nama Beos, sebutan orang pada era tahun 1980-an, [...]

Melintasi kawasan Kebayoran Baru, akan diperkenalkan dengan wajah pemukimam mewah di selatan Jakarta. Sejumlah pejabat dan pengusaha nasional pun banyak memilih tinggal di kawasan ini. Tepatlah rasanya, jika Kebayoran Baru disebut sebagai kawasan elit di Jakarta. Namun di balik stigma elit, kawasan ini mempunyai arti dan sejarah tersendiri. Menurut sejarawan Jakarta, Alwi Shahab, dulu kawasan [...]

Pasar Baru. Salah satu tempat warga Jakarta betransaksi ini masih berdiri sejak jaman penjajahan hingga kini. Bermacam cerita muncul dari pasar yang kini menjadi pusat perdagangan sepatu dan pakaian. Pasar ini dibangun pada masa penjajahan Belanda. Ketika itu Batavia -sebutan nama Jakarta di masa Hindia Belanda- dikepalai Gubernur Jenderal Daendels, sudah memiliki Pasar Tanah Abang [...]

Gedung Putih itu kini menjelma sebagai kantor Menteri Keuangan. Bangunan kuno itu terlihat begitu kokoh. Pilar-pilar beton membuat bangunan itu semakin megah. Menempati lahan di sisi timur Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, bangunan itu menyeruak di antaranya gedung pencakar langit. Dua gerbang raksasa menyambut di muka gedung. Di sela pagar, sebuah papan cetakan bertuliskan ‘Departemen Keuangan’ [...]

Cerita Kwitang tak hanya pada Tugu Tani setinggi kurang lebih sepuluh meter. Menyusuri kawasan Kwitang akan selalu dikenalkan dengan sebuah Tugu Tani yang menjadi petunjuknya. Tapi, cerita Kwitang tidak hanya pada tugu setinggi kurang lebih sepuluh meter. Kwitang menurut ceritanya juga terkenal dengan seorang jagoan Betawi. Jagoan Betawi asal Kwitang ini menambah legenda para pesohor [...]

Di nisan batu itu terukir  nama “Nyai Tubagus Ratih Nursiyah.” Terletak di Jalan Kebagusan II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, makam ini terjepit sejumlah rumah mewah. Kediaman Megawati Soekarno Putri, Presiden RI ke-5, hanya sepelemparan batu dari sini. Berkarpet rerumputan hijau yang tercukur rapi, area makam seluas 3×7 meter ini dibatasi dinding bercat putih setinggi hampir [...]

Menyusuri gang-gang di perkampungan Glodok, Jakarta Barat, aroma hio begitu menyengat. Dari balik tembok-tembok rumah, samar-samar terdengar alunan lagu Mandarin. Warung-warung dengan menu Chinnese food pun bertebaran. Melangkah semakin dalam bak memasuki sebuah desa di negeri Tirai Bambu. Sejumlah shinse membuka praktek pengobatan alternatif. Kios-kios penjual pernak-pernik khas China menjamur di sekeliling klenteng. Begitu kental [...]