Budaya urban (2)

Posted: 28 Desember 2007 in Tak Berkategori
Tag:

Jakarta sepi dan menunggu pemudik kembali

Suatu hal yang jadi bahan pemikiran sebelum mudik persiapan dephub begitu padat tarffic-nya dan beban jakarta setelah mudik dengan berdatangannya para pendatang baru dengan harapan bisa mendapatkan kesuksesan diibu kota bukan hal yang baru.

Pernah ditanya kenapa mesti ke jakarta, katanya fokus ekonomi masih di ibu kota, kenapa daerah tidak menyediakan lahan kerja baru daripada harus memenuhi jakarta tanpa skill dan pendidikan matang. Banyak putra daerah justru bisa lebih eksis di daerahnya sendiri. Lebih baik kaya dikampung daripada sengsara di ibu kota yang budaya konsumtifnya luar biasa sehingga untuk mudik saja berapa milyar yang dikucurkan untuk transfortasi yang mahal plus kiriman plus gaya hidup yang mencerminkan kesuksesan semu dengan tentengan HP tercanggih sekedar pamer atau plus mobil mengkilat walau orang tidak tahu kalau dijakarta bisa menyewa yang penting ada dananya.

Padahal uang mudik bisa dialihkan untuk menabung dan menghindari budaya konsumtif yang sebenarnya tidak begitu esensial selain silaturahmi lebaran. Hidup sederhana setelah lebaran jauh lebih baik sehingga bisa menyongsong hari jauh lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s