Budaya urban (3)

Posted: 28 Desember 2007 in Tak Berkategori
Tag:

Yang penting mudik yang lain bagaimana nanti ?

Mudik atau berasal dari kata udik atau kampung jauh dari kota. mudik kembali kekampung bersifat sementara setelah sekian lama dikota. Sebuah nostalgia bagi sebagian perantau yang stelah sekian lama meninggalkan kampung halaman. Budaya mudik ini, hal yang sulit dipisahkan dengan budaya indonesia sejauh apapun apabila menjelang hari raya pasti hukumnya wajib pulang.

Katanya mudik yang begitu terlihat setiap menjelang lebaran menjadikan sebagai sarana prestise keluarga, bisa juga sebagai wujud eksistensi sebuah kesuksesan di rantau dengan bergama teknologi seperti kendaraan mengkilat, HP, penampilan layaknya orang kota ataupun bahasa jakarta yang begitu medok menghilangkan karakter daerahnya. Dengan mudik bisnis rental kendaraan semakin melesat, banyak orang yang mneyewa kendaraan bagus walau dengan sewa yang mahal yang penting keren, kalau bisa ngutang dulu dan bayarannya bagaimna nati sesudah kembali mudik. Secara positif mudik memang sarana integrasi tercecernya sebuah komunitas keluarga setelah bertahun-tahun terjadi konflik.

Tinjauan budaya sejak kapan budaya ini ada, belum ada yang memastikan tapi seiring dengan budaya merantau yang bisa kita lihat pada suku-suku sumatra. Perubahan karakter suku jawa dan sunda yang penting ngumpul atau bengkung ngariung bongkok nagronyok sudah hilang seiring perkembangan dunia industri dan kehidupan dikampung yang sudah semakin sulit mengandalkan hidup dengan bertani, bisa diperkirakan sepulang mudik apa yang dihadapi jakarta dengan jumlah pendatang yang semakin menambah beban sosial yang berat, tapi itu suatu hal yang tidak bisa dibendung apalagi dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit seiring dengan tingkat pengangguran yang semakin kuat. Mudik boleh tapi sederhanakan hidup ini dan jadilah manusia yang rendah hati, dan mudik bukan segalanya. wallahu alam bishowab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s