Budaya urban (4)

Posted: 28 Desember 2007 in Tak Berkategori
Tag:

Ririungan urang lembur

Deur lagi gimana menyatukan kembali urang lembur biar kompak gitu, sok panas kalau melihat orang sumatra pulang kampung bukan sekedar buang uang, tapi membangun kampung, coba program bona pasogit orang batak atau pulang basamo-nya urang awak. kebetulan si Aa dapat isteri orang sumatra jadi bisa membandingkan, kalau kaya gitu bisa nggak diterapkan oleh orang priangan yang mencoba pulang kampung tapi aya hasilnya. kata si Uni sulit sekali, tidak sesuai dengan karakter sunda yang katanya individualistis sekali, untuk gaya dan penampilan boleh deh habis-habisan kalau bisa uang setahun ngempit-ngempit habis sehari karena untuk hura-hura, biar terlihat sukses di Jakarta.
Jadi untuk dikumpulkan untuk membantu saudara kita yang anak-anaknya mau masuk sekolah bulan juli besok sehabis ujian nasional yang tak kalah rumitnya. Ujian sulit, sakola rumit, bahasa si Aa, katurug katutuh dan urang lembur teu walakaya menghadapi tahun ajaran baru teh, coba budayakeun zakat profesi ti urang lembur anu gawe dikawasan jabodetabek keu membantu sekoahnya si ujang-nyai di lembur, berkah pisan. Ceuk si Uni mah hebat kalau orang sunda bisa seperti itu, kompak lain pagaya-gaya ka lembur, padahal tidak mampu berbuat apa-apa. si Aa malah era parada, da si Aa sendiri tidak mampu apa-apa hanya sekedar omdo di blog ieu, mudah-mudahan menghidupkan kembali paguyuban AS-Gar dimana sekarang posisinya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s