Trend Budaya

Posted: 28 Desember 2007 in Tak Berkategori
Tag:

Gang motor dan budaya bebas.

Awalnya ingin bebas dan menunjukan eksistensi diri sehingga apabila melihat tayangan di TV bagaimana gang motor Bandung memplonco anggota barunya dengan diadu dombakan seperti jaman baheula di film-film barbar saling pukul bari bubulucun. Aa lihat Tidak terlihat jatidiri orang Sunda yang lembut, halus dan matak pikabeutaheun. Sok tanya orang Bandung mun jalan malam-malam, matak merinding bulu kuduk, tidak hujan tidak angin diserang sekelompok bermotor sampai mati.

Kalau ingin menjadikan Bandung sebagai Milano-nya Indonesia tidak tepat kang. Jangan sangat sulit nanti juga yang ikut susah keluarga dan keturunan kita, apa bedanya dengan para preman dan para curanmor padahal tadinya menjadikan klub sebagai sarana ekpresi dan persaudaraan, eh malah bangga jadi gank segala dan bagi pihak aparat sok tegas atuh, biar Bandung teh aman tentram repeh rapih.

“Da aing mah lieur aing”, kata teman si Aa, karena masalahnya banyak saudara di Bandung. eksen-eksenan wajar, track-trackan sok kalau tempatnya aman, tapi jangan menghimpun anak muda menjadi penjahat bermotor dengan mengatasnamakan klub motor, sayang khan nama baik dan keluarga jadi jelek.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s