Kawin kontrak sebagai budaya permisive

Posted: 16 Januari 2008 in KRONIK BUDAYA, Novel-Film-Media
Tag:, , ,

Budaya bebas yang dikampanyekan oleh para sineas muda sangat luar biasa leberalnya dengan dalih kebebasan berekspresi. Bahkan orang tua sendiri dilabraknya dan BSF diminta dibubarkan saja karena terlalu mengkebiri karya mereka. benarkah begitu ? si Aa yang memang awam dengan dunia aneh dan banyak kepura-puraan ini memang bingung dan justru yang aneh ini jadi santapan rohani para remaja dan ABG kita, coba amati judul film terbaru para sineas dengan judul “Kawin kontrak” yang katanya humoris and sensualis katanya dengan sinopsis :

Tiga cowok ABG nekat mencari perawan desa untuk kawin kontrak. Alat-alat tempur sudah disiapkan mulai dari cialis, viagra, sampai… karet gelang! Jody yang seleranya ibu-ibu kawin kontrak dengan Teh Euis, janda kembang beranak satu. Dika yang senang main kasar kawin kontrak dengan Rani yang lihai menggebuk kasur, dan Rama yang super pemilih termehek-mehek dengan kecantikan Isa yang lembut dan natural.Urusan belum selesai! Perjuangan masih panjang sebelum misi tiga sekawan ini tercapai. Teh Euis yang seksi selalu disibukkan oleh berbagai alasan ajaib justru disaat-saat genting?. Galaknya Rani ternyata memendam rapat-rapat sebuah rahasia, dan kelembutan hati Isa terancam oleh sebuah rencana yang sangat jahat.Petualangan sensual dan kocak dari tiga jagoan ini membawa mereka menemukan perasaan yang selama ini ditutupi oleh hormon yang meledak-ledak: CINTA (Lihat lah di http://www.kawinkontrak.com/main.html)


J
adi unsur moralnya mana yah atau sebelah mana humornya, si Aa mah yang kebetulan masih remaco alias remaja kolot ikut terenyuh dengan film yang melecehkan instritusi perkawinan dan jelas menegatifkan makna menikah syiri yang bukan kawin kontrak yang sebenarnya sangat dilarang dalam Islam yang distilah dengan kawin muth’ah. Coba dengar komentar luar biasa dari mulai sutradara dan para pemerannya tetang sex :

Dimas Aditya

Ditanya tentang fantasi seks, cowok yang paling anti sama cewek berbau badan ini sering berfantasi tentang cewek-cewek tinggi dan seksi, tapi Dimas akan mencari cewek seperti Isa (diperankan Dinda Kanyadewi) untuk menjadi calon bini-nya. “Kalo buat istri beneran sih cari yang kalem, natural beauty, nggak macem -macem “.

Lokasi syuting Kawin Kontrak yang berada di “spot” kawin kontak beneran, memudahkan Dimas untuk mengeksplorasi peran. Dimas bahkan sempat menyelidiki orang yang dicurigainya sebagai pelaku kawin kontrak.

Saya bahkan sempet tanya ke resepsionis, orang itu udah berapa lama tinggal di hotel ini , ternyata dia udah booking kamar itu sampai tiga 3 bulan ke depan

Di film Kawin Kontrak sendiri Dimas kebagian peran sebagai Rama, playboy SMU yang ingin coba-coba melakukan Kawin Kontrak, “Niatnya Memburu Nafsu, eh malah ketemu Jodoh” Katanya. “Dalam kesehariannya karakter Dimas dan Rama itu jauh beda, Rama itu kurang sensitive dan Playboy abis, kalo aku malah satu cewek aja cukup.“.

Ricky Harun
Pulau Hantu

Seks itu menyenangkan!” jawaban spontan Ricky Harun begitu ditanya tentang seks. Dalam film ini Ricky berperan sebagai Jody, pelajar SMU yang baru lulus sekolah tapi sudah pintar tentang teori-teori seks dan mengetahui betul obat-obatan seks. Hal ini yang menarik bagi Ricky. Lewat karakter Jody, Ricky mengaku lebih paham tentang seks dan pernak-perniknya.

Selain mendapat materi tentang seks dari sutradara film, untuk pendalaman peran ini, Ricky menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke toko khusus obat-obatan seks untuk menambah referensinya.”Ricky sekarang tahu tentang obat kuat, tahu trik-triknya biar bisa tahan lama dan juga baru tahu, ternyata alat bantunya macem-macem. Ada yang dari karet, itulah inilah! Gila!“ ujar Ricky sambil tertawa. Ketika ditanya apakah dia pernah mencoba memakai salah satu obat kuat tersebut, Ricky menjawab dengan santai:“Buat apa? Ricky nggak butuh obat kuat!”

Kawin kontrak dan seks dua-duanya kelihatannya menyenangkan, demikian pendapat Ricky, karena tidak ada ikatan dalam waktu lama dan bisa berganti pasangan kalau sudah bosan. Tapi setelah mengetahui suka duka kawin kontrak dalam film ini, cowok yang berhasil mencuri perhatian publik lewat peran kocaknya di Pulau Hantu ini tidak berminat untuk kawin kontrak. “Lebih asik kawin beneran, selama-lamanya…” tambah Ricky, menutup pembicaraan.

Herichan
Psikopat

Kawin kontrak itu asik, karena kita bisa ngelakuin apa yang sebenernya belum boleh kita lakuin” ujar Herichan yang berperan sebagai Dika.

Tapi gue ogah, kawin kontrak prosesnya emang nggak ribet.. tapi setelah kawin.. ribeeeeet banget!” tambahnya, sambil tersenyum. Lelaki gempal yang ketakutaan setengah mati waktu akan memulai adegan ciuman dengan Masayu Anasatasia ini, akan memilih cewek yang seksi dan cantik, apabila akan melakukan kawin kontrak.

Di film KAWIN KONTRAK, Dika digambarkan sebagai remaja penyuka sadomashocist. Peran ini memberikan pengalaman tersendiri bagi Herichan. Waktu proses pembelajaran karakter, Herichan bahkan harus menerima cambukan sabuk untuk belajar ekspresi ‘kesakitan yang nikmat’ khas sadomashocist. Untuk pendalaman peran, beruntung Heri mempunyai satu teman penggemar sadomashocist, yang banyak membantunya belajar seputar sadomashocist. Hal yang paling berat dilakukan Heri dalam proses syuting film ini adalah ketika dia harus membuka baju di depan Masayu dan adegan di mana dia harus menangis.

Dinda Kanyadewi

Seks menurut Dinda adalah kenikmatan dunia . Tapi untuk mendapat kenikmatan itu pun ada aturannya. “Harus nikah dulu dong”, katanya. Sejak terlibat dalam produksi film Kawin Kontrak, cewek yang banyak sekali membintangi iklan ini jadi tau apa arti nikah sebenarnya.”Nggak cuman ada penghulu terus baca surat suci kemudian sah jadi suami istri. Semua tergantung niatnya , pernikahan harusnya diniati sampai kakek nenek, sampai mati. Kalo kawin terus niatnya udah di tentuin ampe tig bulan doang ya berarti nggak bener niatnya”. lanjutnya.

Lokasi syuting yang nggak bisa dijangkau oleh mobil nggak menyiutkan nyali Dinda untuk tetap semangat menjalani syuting Film pertamanya.”Ada beberapa Lokasi yang kita harus jalan dulu kurang lebih 30 menit karena mobil nggak bisa lewat. Capek sih tapi seru banget. Kulit jadi sedikit gelap. Tapi puas dengan hasilnya. Kita dapat shot yang bagus jadi capek nya nggak sia-sia

Dalam film ini dinda berperan sebagai Isa , Perawan desa yang sudah di-“booking” untuk secepatnya melakukan kawin kontrak. “Isa memang terlihat lemah. Tapi di balik itu sebenernya Isa adalah gadis yang mandiri.” tambahnya mengenai karakter yang diperankannya.

Lukman Sardi
Kembang-Kembang Plastik, 9 Naga, Gie, Berbagi Suami, Pesan dari Surga, Nagabonar (Jadi) 2 , Jakarta Undercover, Quickie Express.

Berperan sebagai Kang Sono, seorang makelar atau perantara bagi para pria yang berencana melakukan kawin kontrak, Lukman mengetahui seluk beluk desa dan gadis mana saja yang bersedia di kawin kontrak. Kendala terberat Lukman, yang asli orang Jakarta, dalam memerankan Kang Sono ini adalah ketika harus berbicara dengan logat Sunda yang kental.

Selama proses syuting film ini, Lukman sendiri secara langsung melihat fenomena tentang kawin kontrak ini. Di hotel tempat dia menginap ternyata dipenuhi dengan pria-pria yang diduganya sebagai pelaku kawin kontrak.

Gimana nggak banyak yang kawin kontrak; udaranya mendukung, proses cepat, enak, nggak ribet, tiga bulan selesai dan kalau mau ganti sudah banyak yang tersedia.“ komentar Lukman tentang kawin kontrak. Tapi anehnya, Lukman sendiri tidak bersedia untuk kawin kontrak dengan alasan dia ingin mencari yang pasti dan aman. Pria yang benci dengan cewek yang kecentilan ini juga menambahkan bahwa untuk calon istrinya nanti wanita itu harus baik dan mau mengerti tentang pekerjaannya di dunia hiburan. “Kalo untuk ‘kontrakan’ wanita itu harus seksi dan cantik, waktunya dikit jadi harus pilih yang yahud.” kata Lukman dengan gaya bercanda.

Masayu Anastasia
Satu Kecupan, Selamanya…

Masayu lebih dulu bekerjasama dengan Oddy C. Harahap dalam film Selamanya. Di film Selamanya… Masayu berperan sebagai ‘stripper’ sedangkan dalam Kawin Kontrak peran Masayu sebagai istri kontrakan. Menanggapi tentang dua peran yang menantang ini, Masayu cuma berkomentar singkat. “Tentang adegan menantang di kedua film itu, itu sebagai bentuk ketotalitasan gue aja sebagai artis.”

Dalam film tersebut, aktris yang mempunya wajah khas indonesia ini berperan sebagai Rani, istri kontrakan Dika. Rani adalah gadis desa yang melakukan kawin kontrak hanya karena ingin coba-coba.

Rani orangnya suka coba-coba, padahal hidup gak boleh sepeti itu apalagi kalo itu ngelibatin orang lain, efeknya nanti seperti di film ini, nyakitin perasaan pasangan.” Tambah Masayu.

Ditanya tentang seberani apa akting Masayu di Kawin Kontrak, Masayu hanya tersenyum “Liat aja sendiri…” .

Menutup pembicaraan aktris yang mendapatkan nominasi dalam Jakarta Film Festival ini berkata bahwa dibayar berapapun untuk jadi istri kontrakan, Masayu bakal menolak. “Aku pengennya nikah sekali seumur hidup, nggak sebulan atau dua bulan aja… seumur hidup..!”

Mieke Amalia
Angker Batu, Ekstravagansa, Model Iklan.

Senada dengan Ricky Harun, Mike Amalia mengatakan bahwa seks itu menyenangkan. Namun harus dilakukan dengan orang yang tepat dan sesuai dengan norma. Mieke menambahkan bahwa munculnya fenomena kawin kontrak sendiri karena kawin kontrak menawarkan sesuatu yang menggiurkan, banyak pilihan, cepat, nggak terikat dan kalau kontraknya udah abis bisa ganti pasangan .

Disinggung tentang ke”halalan” kawin kontrak , Mieke Amalia seperti berhati-hati menjawab “Kalo dilihat dari persyaratan, seperti ijab kabul, penghulu semuanya ada. Tapi semuanya tergantung niat”.

Selama proses syuting berlangsung aktris yang memulai kariernya sebagai seorang model, bintang iklan dan komedian, terpaksa setiap hari harus pulang-pergi Puncak-Jakarta karena anaknya menunggu dirumah.

Di awal film ini memang kawin kontrak digambarkan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Begitu banyak gadis desa yang bisa dipilih untuk dijadikan kawin kontrakan, cantik-cantik dan seksi, cepat sekali proses kawinannya dan malemnya udah bisa tidur seranjang karena sudah dianggap sah oleh penghulu,” kata Mieke, “Tapi untuk pria yang berniat kawin kontrak , saran saya pikiri seribu kali dulu.“ ujarnya sambil menutup pembicaraan. Kenapa? Liat aja sendiri.

Komentar
  1. rini mengatakan:

    pak ahmad saya tertarik dengan artikel ini krn kebetulan saat ini saya sedang dalam proses untuk menyusun skripsi tentang film kawin kontrak.
    saya mengharapkan kesediaan bapak untuk menjadi tempat saya bertanya dan berkonsultasi. karena tampaknya bapak sangat menguasai bidang kajian budaya dan film.
    bersediakah bapak untuk membantu saya?
    terima kasih sebelumnya

  2. Yika mengatakan:

    Pak Ahmad, kebetulan sekali saya sama dengan Rini, sedang dalam proses pembuatan skripsi film kawin kontrak. saya berharap Bapak bersedia meluangkan waktu untuk saya konsultasi dan bertukar pikiran mengenai tema film kawin kontrak itu sendiri. tolong Bapak hubungi saya di email saya.
    saya sangat berterimakasih atas kesediaan Bapak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s