Leadership principles Dalihan Na Tolu

Posted: 14 Mei 2008 in BUDAYA NUSANTARA, BUDAYA SUMATRA, SUKU BATAK
Tag:, ,
Dalihan Na Tolu tidak saja baik dalam sistem kekerabatan Batak tetapi juga sangat baik diterapkan dalam sistem leadership moderen. Seorang pimpinan yang dapat menerapkan Dalihan Na Tolu dalam kerangka sistem kepemimpinannya akan menjadi pemimpin yang sangat berhasil dan juga sustainable. Dalam konsep kepemimpinan moderen kita mengenal suatu konsep yang disebut dengan 360 Degree Leadership. Dimana seorang pemimpin yang handal, harus dapat mengelola hubungan yang harmonis dengan atasan (pemilik saham/komisaris), teman sejawat (peers), dan bawahan. Hanya saja, hubungan seperti apa yang seharusnya dikembangkan?. Dalam hal inilah, hubungan Dalihan Na Tolu, menjadi sangat efektif dalam memformulasikan 360 Degree Leadership, juga bagaimana kita menempatkan siapa yang menjadi hulahula, boru dan dongan sabutuha. Barangkali dengan padanan Komisaris/pemegang saham adalah hulahula, teman sejawat/peers adalah dongan sabutuha, dan bawahan adalah boru. Dan seorang pemimpin tidak harus seorang pemimpin formal karena struktur. Dengan demikian akan terjadi hubungan yang harmonis diantara pihak-pihak yang terlibat dalam 360 Degree leadership (baca: The 360 Degree Leader : Developing Your Influence from Anywhere in the Organization, John C. Maxwell). Sistem nilai yang ada di Dalihan Na Tolu juga bisa kita terapkan dalam mengembangkan hubungan yang harmonis dengan Customer, Supplier dan Mitra Kerja (Alliances), dimana Customer adalah hulahula, Supplier adalah boru dan Alliances adalah dongan sabutuha dalam kekerabatan Dalihan Na Tolu, dengan melakukan segala konsekuensi dari semua hubungan kekerabatan dalam Dalihan Na Tolu. Jadi, sebenarnya, budaya kita (juga dari suku lainnya, seperti Jawa, Sunda, dll), mengajarkan sistem nilai yang sangat baik dan relevan dengan konsep manajemen dan leadership modern. Lalu….., kenapa kalau sistem nilai ini dibalut dengan warna-warna barat mejadi kelihatannya sangat canggih?. Kesimpulannya, hargailah budaya sendiri, dan galilah hal-hal yang baik dari sana. Nenek Moyang kita sudah berhasil melalui tantangan-tantangan dalam masanya, tentu generasi sekarang juga akan mampu menghadapi tantangan pada zamannya dengan sistem nilai yang sama. ELT.

Sumber :Elisa Lumbantoruan Category: Budaya Batak,

Komentar
  1. Thyromine Lek mengatakan:

    I’m not sure where you’re getting your information, but great topic.
    I needs to spend some time learning much more or understanding more.
    Thanks for wonderful information I was searching
    for this info for my mission.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s