Panggilan dalam suku Batak

Posted: 14 Mei 2008 in BUDAYA NUSANTARA, BUDAYA SUMATRA, SUKU BATAK
Tag:,

HORAS!!!

Nah sekarang kita akan melihat, kalo dalam suku batak itu, ada panggilan apa aja. Jujur aja soal ini aku jg ga ngerti banget. Abisnya ada banyak sih

Selain panggilannya banyak, udah gitu banyak mengalami distorsi sehingga ada panggilan yang asli dari sononya, dan ada panggilan yang pada akhirnya mengalami perubahan. Panggilan ini erat kaitannya dengan Tarombo. Ato yang biasa disebut silsilah keluarga (padahal asal sebut..).

Oh ya, suku batak juga memiliki keunikan yang berbeda dari suku-suku lainnya. Karena suku batak memiliki apa yang disebut Marga (sudah tau lah ya) dan Nomor Generasi. Nah, biasanya dengan mengetahui marga dan nomor generasi seseorang, kita bisa tau dengan mudah (katanya sih mudah loh) bagaimana kita memanggil orang tersebut. Salah memanggil bisa berabe loh.

Sebelum dimulai, dicontohin deh tentang Marga dan No. Generasi. Cthnya aku, aku bermarga Panggabean dengan No. Generasi 16. Dari sini kita bisa tau bahwa Ayahku Panggabean-15 (utk selanjutnya kt sebut gini aja ya no. generasinya) dan Opung laki-lakiku Panggabean-14. Maka anakku nanti akan menjadi Panggabean-17 dan cucuku Panggabean-18 (Waddoooh, dah jauh nih omongannya.. cucu booo)

Baiklah, lanjut aja. Berikut ini adalah panggilan yang digunakan dalam suku Batak :

  • Abang
    Panggilan sesama pria (antara pria dan pria), yang adalah
    1. Kakak kandung
    2. Yang bermarga sama, dengan No. Generasi setingkat, tetapi No. Urut lebih tinggi.
    Contoh: Keturunan Gultom Hutapea, memanggil Abang kepada Keturunan Gultom Hutatoruan, yang memiliki No. Generasi sama (sama-sama Gultom, namun Hutapea lebih muda daripada Hutatoruan).
  • Akkang, Kakak
    Panggilan sesama wanita (antara wanita dan wanita), yang adalah
    1. Kakak kandung
    2. Kakak lelaki dari suami
    3. Wanita semarga dengan No. Generasi sama, tetapi urutan lebih tinggi (lebih tua)
  • Anggi, Adik
    Panggilan sesama wanita (yang wanita manggil yang wanita) atau sesama pria (yang pria manggil yang pria), yang adalah
    1. Adik kandung
    2. Adik lelaki dari suami
    3. Adik perempuan dari istri
    4. Semarga, dan No. Generasi sama, tetapi urutan lebih rendah (lebih muda)
  • Ito
    Panggilan dari pria kepada wanita atau sebaliknya (yang beda jenis kelamin), dengan aturan:
    1. Saudara pria/wanita dalam satu keluarga (saudara kandung, beda jenis kelamin)
    2. Pria/wanita semarga dengan No. generasi sama
    3. Wanita dengan no. generasi lebih tinggi memanggil Ito kepada pria semarga dengan No. generasi lebih rendah
    4. Anak laki-laki/perempuan dari saudara perempuan ibu
    5. Pria/Wanita sesama suku Batak yang tidak semarga
  • Lae
    Panggilan sesama pria, kepada:
    1. Saudara laki-laki dari pihak istri/saudara ipar laki-laki
    2. Suami dari saudara perempuan
    3. Anak lelaki dari Tulang
    4. Anak lelaki dari namboru
    5. Laki-laki sesama suku Batak yang tidak semarga
    Nah yang ini tuh biasanya buat yang baru ketemu dan ga tau manggil apa. Jadi kalo sama2 cowok, biasanya panggil Lae dulu
  • Eda
    Panggilan sesama wanita, kepada:
    1. Saudara perempuan dari pihak suami/saudara ipar perempuan
    2. Istri dari saudara laki-laki
    3. Anak perempuan dari Tulang
    4. Anak perempuan dari Namboru
    5. Wanita sesama suku Batak yang tidak semarga
    Sama dengan Lae, tapi yang ini untuk sesama cewek. Bisa dipakai kalo belum tau harus manggil apa
  • Amang Tua, Bapak Tua, Pak Tua (pilih salah satu ^^):
    Panggilan untuk pria, yang adalah:
    1. Kakak kandung ayah
    2. Semarga, dan memiliki No. Generasi setingkat dengan ayah (satu tingkat diatas kita), yang nomor urutnya lebih tinggi (lebih tua dari ayah).
    Contoh: Toga Gultom memiliki 4 orang anak yaitu Hutatoruan, Hutapea, Hutabagot, dan Hutabalian (Urut dari yang paling tua sampe yang paling muda). Anak-anak dari Hutapea memanggil Amang tua kepada Hutatoruan, demikian pula anak dari Hutabagot dan Hutabalian. Demikian pula anak dari Hutabagot memanggil Amangtua kepada Hutapea. Demikian seterusnya.
    3. Suami dari kakak perempuan ibu, baik langsung maupun tidak langsung, yang semarga dengan ibu (maksudnya kakak perempuannya yang semarga dg ibu. Nah suaminya itu dipanggil Bapak Tua).
  • Inang Tua, Mama Tua, Mak Tua:
    Panggilan untuk wanita, yang adalah:
    1. Istri dari Amang Tua
    2. Kakak perempuan ibu baik langsung maupun tidak langsung yang semarga dengan ibu (kakak perempuannya yang semarga. Ga ngerti jg yah?).
  • Amanguda, Bapauda, Uda (Panggilan untuk cowok)
    Kebalikan dari Amang Tua. Kalo Amang Tua adalah kakak, maka Amanguda adalah adik (panggilan untuk sodara laki-laki bapak yang lebih muda dari bapak).
  • Inanguda (Panggilan untuk cewek)

    Kebalikan dari Inang Tua. Kalo Inang Tua adalah kakak, maka Inanguda adalah adik perempuan ibu yang semarga dengan ibu. Ga harus adik kandung sih. Adik sepupu ibu jg boleh asal masih semarga. Juga panggilan buat istrinya Uda.

  • Inangbaju
    Sebutan untuk Saudara perempuan ibu yang belum menikah. Pada saat ini, sebutan ini umumnya diganti menjadi Tante, mengikuti perkembangan zaman.
  • Namboru
    Panggilan untuk wanita, yang:
    1. Saudara perempuan dari ayah, baik langsung maupun tidak langsung yang semarga dengan ayah. Bisa lebih muda, bisa lebih tua
    2. Semarga, dengan No. Generasi lebih tinggi (berarti setingkat ayah). Inget, panggilan utk wanita.
    Untuk wanita, kalau no. gererasi lebih tinggi 2 tingkat atau lebih, tetap dipanggil namboru.
  • Amang Boru
    Panggilan untuk pria, yang adalah suami dari namboru.
  • Tulang

    Panggilan untuk pria yang adalah:
    1. Saudara laki-laki dari ibu
    2. Pria yang semarga dengan ibu, dan memiliki No. generasi setingkat dengan ibu

  • Nantulang
    Panggilan untuk wanita, yang adalah istri dari Tulang (simple huh?)
  • Opung Doli

    Panggilan untuk pria, yang:
    1. Ayah dari ayah/ibu (kakek laki2 kandung dari ayah ato dari ibu)
    2. Paman dari ayah/ibu (ini berarti sodaranya kakek laki2 ayah ato ibu)
    3. Semarga dengan no. generasi 2 tingkat lebih tinggi (satu marga kita, tapi setingkat opung)
    4. Semarga dengan ibu dengan no. generasi 1 tingkat lebih tinggi dari ibu (satu marga ibu, tapi setingkat opung)

    Cth : Saya Panggabean, ibu saya boru Pangaribua. Yang kupanggil Opung Doli adalah kakek laki2 saya dari ayah (berarti sama2 marga panggabean), dan kakek laki2 dari Ibu saya yang bermarga Pangaribuan. Dan juga

  • Opung Boru
    Panggilan untuk wanita, yang adalah istri dari Opung Doli (maksudnya ya Nenek, ntah dari ayah ato dari ibu)
  • Pahompu
    sebutan untuk cucu
  • Anak
    Sebutan untuk anak
  • Parumaen
    Sebutan untuk menantu perempuan

  • Simatua, Mertua
    Sebutan untuk mertua

Oke, segini dulu yang aku kasih. Sebenernya bisa lebih banyak lagi. Banyak banget malah. Tapi ini yang standarnya. Nanti bakal ditambahin lagi (soalnya harus nanya para tua-tua dulu.. aku ga tau semua sih..)

Sumber : http://igorpanggabean.wordpress.com/category/batak-culture/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s