Pernikahan etnis Tionghoa

Posted: 15 Oktober 2008 in BUDAYA NUSANTARA, BUDAYA TIONGHOA, Perkawinan
Tag:

Bagi sebagian orang yang sudah sering menghadiri acara pernikahan etnis Tionghoa mungkin sudah biasa dan hafal apa saja upacara yang dilakukan. Tapi bagi saya itu sesuatu yang baru, Setelah beberapa kali menghadiri prosesi pernikahan teman saya yang beretnis Tionghoa, saya baru ‘dong’ ternyata rentetan acaranya sama dan makanan yang disajikan pun hampir sama. Dan yang selalu terjadi, saya serasa menjadi makhluk planet ketika menghadiri acara tersebut. Bayangkan saja, semua yang hadir di sana memakai gaun panjang yang hanya menutup beberapa bagian, hak sandal yang tinggi banget, make up tebal… dan pokoknya ‘WOW’ banget lah… sedangkan saya sendiri berpakai tertutup mulai atas sampai bawah alias berkerudung dan tanpa make up dan Sebagian undangan ada yang memandang heran… mungkin mereka bertanya tanya ‘anak sapa nih nyasar k sini’, ada juga yang tampak biasa saja.

Saya tidak begitu hafal rentetan acaranya, tapi paling tidak seperti berikut…Pertama masuk ruangan, undangan pengantin pria dan wanita dipisah. Misalnya undangan pengantin pria mengisi daftar tamu di sebelah kiri dan undangan pengantin wanita mengisi daftar tamu di sebelah kanan…. Saya sendiri belum tau tujuannya apa. Ada juga yang menempelkan sticker nomor ke ‘amplop’ sesuai dengan nomor urutan kita waktu mengisi daftar tamu. Kalo yang ini tujuannya, untuk mengetahui keusilan orang. Bisa saja kan ada orang yang iseng memasukkan uang seratus rupiah atau cuman kertas-kertas ke dalam amplop, jadi si pengantin bisa tau pelakunya.

Setelah melalui meja penerima tamu, kita akan disambut ‘dayang-dayang’ alias wanita wanita memakai gaun yang lebar dibagian bawahnya. Kemudian kita dicarikan meja, tentu saja saya harus berpisah dengan teman-teman Tionghoa saya, karena ada meja khusus untuk undangan yang beragama muslim. Kalo saya amati sih, meja untuk undangan muslim paling banyak hanya dua meja, satu meja untuk delapan orang. Prosesi resepsi pernikahan dimulai dengan tarian pembuka, gambarnya bisa dilihat pada foto atas tuh… setelah tarian selesai, orang tua pengantin pria memasuki ruangan resepsi dan diikuti oleh orang tua pengantin wanita. Yang terakhir masuk adalah pasangan pengantin itu sendiri.

Setelah semua memasuki ruangan, berikutnya adalah prosesi menuang anggur ke gelas bertingkat. Yang dituangkan sebanyak dua botol anggur, dan pasangan pengantin menuangkan botol anggur satu per satu bersama-sama. Maksud dari prosesi ini menggambarkan bahwa kejadian apapun nantinya setelah pernikahan akan dilakukan dan dihadapi bersama, dan saling membantu. Banyaknya gelas bertingkat yang terisi anggur menggambarkan kemakmuran pasangan tersebut (malah ada yang becandain, banyaknya gelas yang terisi = banyaknya anak). Gelas bertingkat tadi diambil dan diberikan pada pengantiin dan orang tua pengantin pria maupun pengantin wanita, kemudian undangan diminta berdiri sambil memegang gelas untuk bersulang bersama.Prosesi potong kue bertingkat. Ternyata bukan kue asli, yang asli sih ada sendiri kue dipotong oleh kedua pengantin bersama-sama dari tingkat yang paling atas (tapi kalo pengantinnya gak nyampe, ya pokoknya mulai tingkat yang paling atas yang bisa diraih). Setelah potong kue, pengantin melakukan suap-suapan… juga menyuapkan pada orang tua.

Food parade. Nah, akhirnya prosesii resepsi selesai dan food parade ini menandakan bahwa hidangan akan segera disajikan. Yang ber-parade adalah koki dan pelayan penyedia makanan sambil membawa makanan.. kira-kira ada 15 pelayan yang berjalan jalan mengitari ruangan untuk menunjukkan hidangan yang akan disajikan. Sambil menunggu hidangan, biasanya ada hiburan dancer atau nyanyian.Macam-macam hidangannya adalah sebagai berikut….

  1. Salad tujuh rasa, bisa juga diberi nama lain
  2. Sup jagung, di resepsi lain ada yang menyediakan sup asparagus… pokoknya setelah makanan pembuka, jenis makanan berikutnya jenis2 sup.
  3. Ayam kanton, hidangan ini juga bisa diganti dengan burung dara… saya sendiri tidak begitu mengerti kenapa begitu?
  4. Sapi lada hitam
  5. Gurami asam manis
  6. Lumpia udang
  7. Mie goreng telur puyuh
  8. Fruit cocktail

Hidangan yang paling sering disajikan adalah salad sebagai menu pembuka, sup & mie goreng sebagai menu utama, dan fuit cocktail sebagai menu penutup. sedangkan jenis hidangan yang lain sering diganti-ganti.Terakhir… sebelum pulang, biasanya kita akan dipanggil untuk foto bersama dan salaman dengan kedua pengantin.

Sumber : http://www.halamansatu.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s