Rasulan Poncosari

Posted: 10 November 2008 in BUDAYA JAWA-SUNDA, BUDAYA NUSANTARA, SUKU JAWA-MADURA
Tag:,

Dusun Jopaten, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul INDONESIA

Jopaten adalah sebuah dusun yang terletak di wilayah Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul. Di wilayah dusun ini, hampir setiap tahun diselenggarakan upacara rasulan atau bersih dusun, yang dikenal dengan sebutan Rasulan Pancasari. Konon katanya, di dusun Jopaten pernah terjadi rajapati atau pembunuhan. Agar tidak terjadi lagi, maka penduduk mengadakan selamatan dengan tirakatan, berdoa dan tahlilan. Siang harinya, mereka menyajikan sedekah berupa nasi gurih, ingkung, lalaban, pisang raja dan tumpeng, sesudah itu dilanjutkan kegiatan wayang kulit dengan cerita Bharatayuda.

Versi lain mengatakan bahwa Rasulan ini untuk menghormati leluhur penduduk Jopaten yang disebut dengan Kyai Jopati. Penduduk Jopaten bersyukur atas keberhasilan panen raya kepada Yang Maha Agung dan Nabi Muhammad SAW serta para leluhur yang telah melimpahkan karunianya sehingga hasil panen pertaniannya bisa berhasil dengan baik dan bermanfaat untuk keperluan keluarga. Di samping itu, penduduk juga memohon kepada Yang Maha Agung agar hasil panen yang akan datang berhasil dan juga seluruh penduduk Jopaten terhindar dari malapetaka.

Rasulan atau bersih dusun ini dilaksanakan beberapa waktu setelah masa panen padi, antara bulan Maret sampai April, karena para petani sudah selesai panen. Hari pelaksanannya tidak ditentukan, namun waktunya berkisar antara pukul 10.00 WIB dan pada malam harinya, digelar pertunjukkan wayang kulit sebagai puncak acara. Tempat penyelenggaraan kegiatan ini di rumah penduduk.

Sesaji yang harus dilaksanakan pada Rasulan Jopaten, antara lain:

  • Nasi Uduk, lambang permohonan keselamatan dan kesejahteraan Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya termasuk penyelenggara dan peserta upacara,
  • Nasi Ambeng, lambang permohonan ampun penduduk Jopatan agar kesalahannya diampuni Tuhan,
  • Ingkung, lambang kesucian manusia dan kepasrahan manusia kepada Yang Maha Agung,
  • Tumpeng, lambang harapan kepada Yang Maha Agung agar permohonannya terkabul,
  • Jenang Merah, lambang harapan agar kedua orang tuanya selamat, warna merah lambang keberanian,
  • Jenang Putih, lambang harapan agar penduduk yang sedang melaksanakan upacara direstui, warna putih lambang kesucian,
  • Pisang Raja, lambang harapan agar kelak penduduk Jopaten hidupnya selalu bahagia seperti raja,
  • Kembang Telon, lambang keharuman doa yang keluar dari hati yang tulus, bau harum lambang kemuliaan,
  • Kemenyan, sebagai sarana pada waktu orang mengucapkan doa, yang menimbulkan asap harum.

Sumber :http://gudeg.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s