Etnis suku di China : Etnis Dong

Posted: 30 Mei 2010 in BUDAYA CHINA, BUDAYA DUNIA, Ras/Suku
Tag:
Etnis Dong (侗族, pinyin: Dong Zu, baca: tung cu) berjumlah 2.960.293, mayoritas menghuni Provinsi Guizhou dan Hunan, dan juga Guangxi Zhuang Autonomous Region. Etnis Dong merupakan sub-group dari orang Yue dari jaman dulu, yang dipercaya merupakan asal usul Etnis Han (terbesar di China dan dunia).
Sejarah
Etnis Dong diperkirakan berasal dari Africa yang bermigrasi ke arah timur melintasi India, bergerak ke utara memasuki daratan China. Kelompok inilah yang disebut dengan Orang Yue. Sichuan dan Yunnan adalah tempat di mana mereka berhenti dan settle di sana di sekitar tempat yang sekarang dikenal sebagai Sichuan – Gansu – Shanxi dan dipercaya sebagai nenek moyang Etnis Han.
Sementara itu ada juga kelompok Orang Yue yang berlanjut migrasi mereka ke selatan, memasuki wilayah Asia Tenggara, yang kemudian dikenal sebagai Etnis Tai, diperkirakan adalah nenek moyang orang Thailand sekarang ini. Beberapa kelompok masih berlanjut ke selatan, tapi mentok terhadang samudra, kemudian berbalik lagi ke arah utara menyusuri pesisir, memasuki daratan China dan menjadi nenek moyang Etnis Dong di Guizhou – Hunan – Guangxi, dan ada juga yang menetap di Vietnam dikenal dengan nama yang sama sekarang, Orang Dong di sana.
Sekarang Etnis Dong dapat ditemukan tersebar di sekitar 20 counties di selatan China membentang di 3 provinsi.

Bahasa
Walaupun berjumlah kecil, namun Etnis Dong berbicara dalam berbagai dialek setempat. Dialek mereka terbagi menjadi 2 kelompok, utara dan selatan, dan di dalam masing-masing kelompok ada beberapa dialek lain. Bahasa lisan Etnis Dong memiliki rumpun fonetik yang sama dengan bahasa Etnis Dai (dan sama juga dengan Cantonese, menurut beberapa ahli).
Kebiasaan dan Tradisi
Etnis Dong biasanya tinggal berkelompok dalam desa-desa yang masing-masing dihuni sekitar 20-30 keluarga. Mereka membangun desa-desa mereka dekat dengan sungai atau anak sungai. Ada beberapa pengecualian desa besar yang terdiri dari 700 keluarga.
Rumah mereka berbahan kayu cemara, biasa terdiri dari 2-3 lantai. Rumah yang berdiri di tebing atau tempat yang sedikit curam, strukturnya ditopang dengan penyangga tambahan. Orang-orang tinggal di lantai atas, sementara lantai bawah biasanya untuk kandang ternak dan penyimpanan kayu bakar. Di masa lalu, para penguasa desa, tuan tanah atau yang kaya, tiang-tiang penyangga rumah mereka diukir dan dicat dengan warna-warni indah. Jalan di desa dipadatkan dan dilapisi bebatuan, dan biasanya ada kolam-kolam ikan yang tersebar di seluruh penjuru desa.

Makanan
Makanan pokok dari Etnis Dong adalah beras, millet, jagung, gandum, sorgum dan beras ketan. Oil tea adalah minuman favorit mereka, yang juga dapat menjadi sarapan mereka. Bahan-bahan tea oil termasuk kacang tanah, wijen, kedelai, daun teh, dan sebagainya. Etnis Dong juga menyukai acar dan makanan asam.

Ekonomi dan Kerajinan
Mata pencaharian utama Etnis Dong adalah di bidang pertanian, kehutanan dan industri seni. Para wanita mahir memintal dan menyulam brokat; mereka suka menyulam pola hewan, tumbuhan, barang, dan bahkan legenda. Sebagian besar pakaian mereka sendiri yang dibuat dalam warna biru, hitam, putih dan ungu. Mereka juga terampil dalam seni lukis, ukiran dan perak berukir.
Agama
Etnis Dong memiliki keyakinan animisme, percaya segala sesuatu memiliki roh dan dewa-dewa – tanah, air, sapi, dan roh leluhur, dll Setiap kali ada bencana alam atau penyakit, Etnis Dong orang akan berpikir bahwa setan yang bertanggung jawab dan dukun desa akan mengadakan upacara mengusir roh jahat..

Teknik Bangunan & Arsitektur
Ciri khas yang paling menonjol adalah Drum Tower. Bangunan yang menjadi pusat kehidupan desa ini adalah bangunan paling menonjol dan memiliki kekuatan arsitektur dan teknik bangunan yang tinggi. Yang paling indah dan terkenal adalah Drum Tower di Gaozhen Village, Guizhou, berdiri megah menjulang 13 tingkat, dihiasi dengan ukir-ukiran naga, burung hong/phoenix, bunga dan burung.
Di hari-hari besar Etnis Dong, mereka akan berkumpul dan merayakannya di depan bangunan Drum Tower ini. Salah satu perayaan paling meriah adalah Tahun Baru Imlek yang dirayakan dengan besar-besaran dan sangat meriah.
Banguan Drum Tower bisa bersegi 8 atau 6, bisa juga berbentuk persegi. Seluruh konstruksi bangunan dihubungkan dengan pasak, dan susunan kayu bersilang sehingga saling menguatkan. Seluruh struktur Drum Tower dibangun tanpa menggunakan paku atau paku keling sama sekali.
“Catalpa Carpenters” adalah sebutan untuk tukang kayu dan arsitek Etnis Dong. Ketika merancang drum tower dan jembatan beratap serta rumah-rumah penduduk, alat ukur yang digunakan adalah alat pengukur tradisional yang disebut dengan “Carpenter rod”. “Carpenter rod” terbuat dari bambu, sayang sekali, tidak ditemukan foto atau gambar alat canggih tradisional ini.

Pintu gerbang Dong Mountain Village adalah semacam struktur kayu yang disebut “Xian” oleh Etnis Dong. Untuk desa-desa dengan penduduk sekitar 100 keluarga, gerbang ini berukuran sekitar 1.6m dan tinggi 3m.
Sementara untuk desa yang lebih besar, gerbang desa berukuran lebih besar dan dihiasi ukiran atau hiasan halus lainnya.
Dari perspektif Fengshui (geomansi), gerbang desa memainkan peran penting dalam melindungi energi vital dan menjaga ventilasi. Dan yang lebih penting adalah, gerbang memainkan peran penting dalam ritual. Gerbang Desa ini merupakan simbol masyarakat yang sarat dengan budaya dan kearifan lokal.
Roofed Bridge adalah bukti lain keunggulan Etnis Dong dalam teknik bangunan. Sering disebut juga dengan gallery bridge atau pavilion bridge, adalah jembatan dengan sejenis kayu balok berpenopang. Di daerah kediaman Etnis Dong, ada banyak sungai besar dan kecil, sehingga hampir di semua desa Etnis Dong memiliki roofed bridge ini. Banyak di antara desa-desa yang memiliki lebih dari 1 jembatan ini.
Fungsi lain selain sebagai jembatan adalah sebagai tempat berteduh dalam perjalanan mereka naik turun gunung. Fungsi utama roofed bridge ini adalah tempat berkumpul dan bertukar cerita sehari-hari Etnis Dong.
Roofed Bridge yang terbesar dan paling terkenal adalah Roofed Bridge Chengyang di Desa Ma’an Sanjiang, Guangxi. Mencapai panjang 78m, memiliki dua platform, tiga tiang dan lima bangunan. Struktur tertinggi adalah bangunan yang di tengah, memiliki puncak berbentuk heksagonal.

Dalam pandangan Etnis Dong, roofed bridge adalah “jembatan hidup” untuk menghubungkan dunia fana dan dunia akhirat sekaligus merupakan “jembatan berkat” yang melindungi penduduk desa serta simbol memupuk kekayaan.

Budaya dan Festival
Bridge Picnicking
Menurut kepercayaan Etnis Dong, naga yang menjaga keselamatan satu desa, akan menengadahkan kepalanya di Bulan Dua tanggal 2 penanggalan China. Penduduk desa akan bermain musik dan tetabuhan, menghormati ternak-ternak di desa itu. Seperti Etnis Zhuang, yang memuja kodok/katak karena kehidupan mereka bergantung pada bertani/pertanian, sama halnya dengan Etnis Dong, mereka memuja sapi.
Dong New Year
Berbeda dengan Tahun Baru Imlek, Dong New Year adalah festival tradisional untuk Etnis Dong yang tinggal di Guizhou tenggara. Tanggal kesempatan itu berbeda-beda menurut masing-masing daerah tetapi biasanya jatuh pada periode dari 1 hari kesebelas bulan lunar ke-11 hari. Namun, ada pengecualian untuk beberapa desa, festival berlangsung di bulan kesepuluh. Alasannya adalah waktu setelah panen musim gugur. Dengan kata lain, ini adalah waktu untuk istirahat dan bersantai setelah satu tahun kerja keras.

Dong New Year adalah perayaan yang sangat penting bagi Etnis Dong layaknya sebagai Festival Tahun Baru Imlek bagi Etnis Han. Sebelum Dong New Year tiba, mereka membuat pakaian baru, membersihkan rumah, membuat kue beras ketan, menyembelih babi dan sapi untuk pesta.
Sisters Festival
Dirayakan setiap tanggal 8 Bulan Empat penanggalan China, di mana para wanita yang sudah menikah akan mengadakan upacara kembali ke rumah orangtua mereka, bersama dengan kakak-adik perempuan dan para ipar perempuan mereka. Makanan istimewa di hari ini adalah kue yang terbuat dari ketan hitam. Ketika selesai dan mereka kembali ke rumah, mereka akan membawa kue ketan hitam yang disisihkan khusus untuk dipersembahkan kepada suami mereka.
Bullfighting Festival
Etnis Dong menikmati perkelahian manusia melawan banteng, sehingga semua desa menyiapkan banteng petarung yang baik sejak dini. Festival ini dirayakan pada hari Hai dalam delapan atau sembilan bulan, tepatnya tanggal yang bervariasi dari tahun ke tahun [secara tradisional orang China menunjuk tahun, bulan, hari dan jam adalah dengan menggunakan sistem yang menggabungkan salah satu dari 10 Cabang Surga (Tian Gan) dan salah satu dari 12 Cabang Duniawi (Di Zhi) untuk membentuk 60 pasangan unik dalam satu siklus lengkap]. Festival ini benar-benar unik dan menarik untuk dilihat. Festival biasanya berlangsung selama 3-5 hari.
Pipa Ge atau Balada Kecapi
Ini terdapat di daerah di mana dialek Dong Selatan digunakan secara luas. Balada ini ada 2 kategori utama: yang lirik dan cerita, yang isinya mencakup berbagai bidang, termasuk sejarah, mitologi, pernikahan, hubungan cinta, adat istiadat, dan komunikasi sosial, dll. Balada ini banyak variasi dalam penyajiannya, dari bentuk nyanyian sampai dengan isinya.
Referensi & foto:
chinatravel.com
china.org.cn
chinadaily.com
chinaculture.org
wikipedia
Catatan pribadi, buku, risalah, majalah
Chen Hai Wen
Komentar
  1. kadzan Hitz mengatakan:

    Adakah hubungan etnis Suku Dayak dengan China atau Korea

  2. Ahmad Elqorni mengatakan:

    Wah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, bro…kalau china-korea ada hubungan…suku Dayak inilah..perlu penelitian…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s