Budaya Membungkuk Di Jepang

Posted: 18 Juli 2013 in BUDAYA DUNIA

02ojigiお辞儀, ojigi = Membungkuk

PENDAHULUAN
Pernahkan teman-teman melihat (misalnya di Anime atau Dorama) orang Jepang yang selalu membungkukkan badan ketika bertemu dengan orang lain? Mereka saling membungkukkan badan untuk menunjukkan rasa hormat pada lawan bicara. Budaya membungkukkan badan inilah yang disebut dengan Ojigi.

Entah itu meminta maaf, berkenalan, bertamu di rumah orang, mengatakan permisi, bahkan sampe berbicara di telepon pun orang jepang sampai membungkuk sedikit (padahal orang yang berbicara dengannya tidak bisa melihat dia).
Bahasa tubuh orang Jepang untuk mengungkapkan penghormatan memang unik. Mereka biasa membungkukkan tubuhnya untuk sebagai ungkapan rasa hormat, permohonan maaf, beribadah dan/atau kasih sayang. Gerakan tersebut bisa
dilakukan dengan kemiringan tertentu, dan kadang dilakukkan dengan berulang-ulangDengan hanya membungkuk sedikit dan sesaat, sikap yang ditunjukkan adalah seperti seseorang yang menjadi sasaran kemarahan atasan. Sedangkan membungkukkan bahu dan langsung pergi menunjukkan isyarat seperti anak kecil yang baru dimarahi.
Sementara sikap membungkuk berkali-kali sampai ke pinggang disertai permohonan maaf terjadi dalam keadaan ekstrim seperti montir yang merusak mobil konsumen tetapi masih meminta bayaran besar.Tetapi secara umum membungkukkan badan di Jepang merupakan isyarat tubuh yang berulang kali dilakukan bahkan tanpa sadar dalam interaksi dengan semua orang.
.
Dalam budaya Jepang cara menghormat dengan membungkukkan badan, misalnya saat mengucapkan terima kasih, permintaan maaf, memberikan ijazah saat wisuda, dsb disebut dengan OJIGI.
Ada dua jenis ojigi :
1. ritsurei (立礼) yaitu ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan.
2. zarei (座礼).adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk.

Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3, semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan:
1. saikeirei (最敬礼),adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih
2. keirei (敬礼), yaitu badan dibungkukkan sekitar 30-45 derajat
3. eshaku (会釈), adalah membungkukkan badan sekitar 15-30 derajat

Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam.
Selain membungkukkan badan, di Jepang juga ada tradisi jabat tangan untuk menunjukkan keramahtamahan dan kehangatan.
Sedangkan tradisi cium tangan, cium pipi dan sungkem tidak biasa dilakukan di Jepang.
Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia datang ke Jepang atau baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat tangan. Hal ini juga kurang tepat dipandang dari tradisi Jepang.

 

TATA CARA OJIGI
Berdiri dengan sikap sempurna seperti dalam baris berbaris di hadapan orang/sekelompok orang atau benda, kemudian tundukkan/condongkan tubuh mulai dari pinggang ke atas sehingga dapat ditarik garis lurus mulai dari kepala hingga pinggang secara horisontal. Lakukanlah berulang-ulang untuk dapat menghayati orang Jepang melakukannya.

 

KAPAN OJIGI DIPERGUNAKAN?
1. Saat memperkenalkan diri.
2. Saat meminta maaf.
3. Saat membalas Ojigi orang lain.

Sumber :

http://japside.blogspot.com/2012/05/ojigi-membungkuk.html

http://www.indoanime.net/artikel/artikel/seni-budaya/ojigi-r27

http://www.anehdidunia.com/2012/04/arti-budaya-membungkuk-di-jepang.html#ixzz2BE1ClEwL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s