Archive for the ‘BUDAYA MELAYU’ Category

Sejarahwan dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari menilai perseteruan antara Indonesia dengan Malaysia tidak akan pernah bisa berakhir. Sebab, gesekan antara kedua belah pihak sudah terjadi sejak abad 15 dan dibukukan dalam pelajaran sejarah.

”Sampai kapan pun perseteruan ini akan sulit untuk didinginkan. Sebab sudah menjadi bagian dari sejarah sejak abad 15 lalu,” kata Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial (PUSSIS) Unimed itu kepada harian Seputar Indonesia (SI) di Medan kemarin.

Bahkan kata dia, jika dilihat dari buku pelajaran sejarah di sekolah, cerita tentang ganyang Malaysia yang populer di zaman Soekarno menjadi bagian dari sejarah bangsa. Begitu juga sebaliknya di Malaysia, dalam buku sejarahnya, Kerajaan Majapahit serta Gajah Mada digambarkan sebagai bangsa penindas dan perampok yang sangat biadab karena pernah menguasai sebagian wilayah mereka.

”Bahkan dalam dunia khayal mereka (Malaysia), Kerajaan Majapahit pernah mereka kalahkan,” ungkap Ichwan. Wajar menurutnya jika hingga abad 21 ini, perseteruan tetap berlangsung. Bahkan bukan hanya dari sisi budaya, tapi sampai pada persoalan politik dan pertahanan negara.

Namun lanjut Ichwan, ada hal yang perlu diluruskan bahwa dalam catatan sejarah, Malaysia bukan anti-Indonesia secara umum. Mereka hanya takut pada hegemoni etnis Jawa pada zaman dulu. Karena itu, dalam sastra Melayu klasik, kritik dan perang wacana sering dibangun Kerajaan Malaka (Malaysia) saat itu. Setiap sastra Melayu yang ada selalu menceritakan kalau etnis Jawa harus dilawan, karena sering melakukan penaklukan ke negeri lain.

Atas dasar itulah Malaysia lebih banyak mengklaim kebudayaan Jawa sebagai bagian dari heritage culture (warisan budaya) mereka. ”Jadi sebenarnya bukan Indonesia ingin mereka lawan, tapi etnis Jawa yang sempat menaklukkan Kerajaan Malaka,” ucap Ichwan.

Dia menambahkan, kedua Indonesia-Malaysia sebenarnya saling membutuhkan. Malaysia yang sangat bergantung pada tenaga kerja Indonesia dalam memajukan pembangunan mereka, terlebih setelah rakyat Malaysia tidak ada yang mau melakukan pekerjaan kasar selain TKI.
Sementara itu, pengamat kebudayaan dan pariwisata dari Universitas Sumatera Utara (USU) Gustanto menilai akan sebuah kondisi realitas kemiskinan kebudayaan yang dialami oleh Malaysia. Sehingga mereka berusaha mengklaim kebudayaan Indonesia merupakan bagian dari kebudayaan mereka atas nama kebudayaan nusantara.

Sebenarn ya kata Gustanto, apa yang ditunjukkan Malaysia sudah menjatuhkan martabat mereka sendiri dari sisi budaya. Karena tidak mampu menciptakan sebuah kebudayaan yang memiliki nilai eksotis di mata dunia. Namun di sisi lain, sangat disayangkan ketika pemerintah Indonesia tidak mampu menjaga hak cipta intelektualnya. Padahal kebudayaan merupakan seni yang tercipta melalui dunia ide dan tidak ternilai harganya.
”Satu sisi memang Malaysia menunjukkan kelemahannya dalam hal budaya. Di sisi lain Indonesia juga lemah dalam menjaga hak cipta intelektual yang tak ternilai harganya,” ujar Ketua Departemen D3 Pariwisata USU itu.
Kemiskinan budaya di Malaysia menurutnya bukan rahasia umum.

Beberapa tempat seperti Bukit Bintang dan Kuala Lumpur, umumnya justru memperdengarkan lagu-lagu Indonesia dalam pertunjukan musiknya.

Iklan

Berikut ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:

  1. Batik dari Jawa oleh Adidas
  2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
  3. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
  4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
  5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
  6. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
  7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
  8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
  9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
  10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
  11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
  12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
  13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
  14. Lagu Injit-injit Semut dari Kalimantan Barat oleh Pemerintah Malaysia
  15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
  16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
  17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
  18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
  19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
  20. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
  21. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
  22. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
  23. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
  24. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
  25. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
  26. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
  27. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
  28. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
  29. Kain Ulos oleh Malaysia
  30. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
  31. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
  32. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia, Malaysia Asuuu……., Pemerintah tindak dong…!!!! jangan jadi penonton….!!!

Sumber : http://www.malingsia.com